SAKTI Mencetak Kader Anti Korupsi
Hadirnya Sekolah Anti Korupsi (SAKTI) merupakan salah satu prioritas kerja ICW untuk memperluas gerakan anti korupsi. Selain sebagai wahana kaderisasi aktivis anti korupsi, program dan kurikulum yang dirancang SAKTI dapat dipergunakan oleh berbagai pihak, khususnya jaringan/mitra strategis ICW.
Kurikulum dan materi SAKTI seperti Pengantar Teori Korupsi, Penegakan Hukum, Strategi Investigasi, Analisa Anggaran Publik, dan Strategi Advokasi Kebijakan Publik dirumuskan dengan tujuan untuk memperkuat pemahaman, analisa dan strategi advokasi serta semangat aktivisme untuk melahirkan individu yang berkomitmen dalam gerakan antikorupsi.
SAKTI dan kurikulumnya telah diadopsi oleh beberapa jaringan ICW. Misalnya lembaga TRUTH di Tangerang Selatan telah membuat SAKTI Tangerang Selatan, di Nusa Tenggara Barat terbentuknya SANTRI (Pesantren Anti Korupsi) yang dinisiasi oleh SOMASI, dan di Kalimantan Barat jaringan anti korupsi (GEMAWAN) mendesain hal serupa dengan nama SAKSI. Di Aceh, MaTa Aceh membuat SAKTI tapi dikhususkan sebagai mata kuliah di FISIP UNSYIAH.
Digunakannya SAKTI dan kurikulumnya memudahkan kerja jaringan ICW yang ada di berbagai daerah dalam menjalankan proses kaderisasi. Selain itu, ICW juga memberikan kontribusi pada proses fasilitasi dan menjadi pemateri dalam pelaksanaan SAKTI di daerah sehingga turut memperkuat muatan dan fokus materi yang disampaikan.
Selain itu, berkembangnya minat beberapa daerah untuk menyelenggarakan SAKTI yang serupa dengan ICW, SAKTI dan kurikulum yang telah disusun ICW bisa menjadi standar dan kualifikasi yang langsung dapat digunakan jaringan ICW maupun kelompok anti korupsi lainnya dalam pelaksanaan kaderisasi maupun upaya perluasan jaringan anti korupsi.***